Polres Bangka Selatan Beri Pelatihan Otomotif untuk Pencari Kerja Lewat Program POLIRAN
TOBOALI – Upaya membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan terus dilakukan Polres Bangka Selatan melalui program POLIRAN (Polisi Peduli Pengangguran). Kali ini, program tersebut diwujudkan melalui pembekalan keterampilan otomotif berupa pengenalan dan praktik sistem injeksi mobil bagi sejumlah pencari kerja di Bengkel Mega Motor Toboali, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan POLIRAN sebelumnya, yakni koordinasi dan pendataan jumlah pengangguran bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bangka Selatan.
Berbeda dari kegiatan sebelumnya yang berfokus pada pendataan dan koordinasi, kali ini Polres Bangka Selatan mulai mendorong langkah nyata melalui pemberian pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan kesempatan mengenal sistem injeksi pada kendaraan roda empat sekaligus mengikuti praktik secara langsung dengan bimbingan mekanik Bengkel Mega Motor. Materi ini diharapkan dapat menambah wawasan dan kemampuan peserta, khususnya dalam bidang otomotif.
Sejumlah pejabat Polres Bangka Selatan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakapolres Bangka Selatan, Kasat Samapta, Kasi Humas, Kasat Binmas, Pama Satpolairud, serta personel Sat Binmas. Pihak Bengkel Mega Motor juga turut mendukung pelaksanaan kegiatan melalui keterlibatan manajer dan mekanik.
Program POLIRAN menjadi salah satu bentuk pendekatan kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menyentuh persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi warga.
Melalui kolaborasi dengan pelaku usaha, Polres Bangka Selatan berupaya menghadirkan ruang pembelajaran bagi masyarakat yang membutuhkan keterampilan tambahan sebagai modal untuk mencari peluang pekerjaan.
Sinergi antara kepolisian dan dunia usaha tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga program POLIRAN tidak berhenti pada pendataan pengangguran, tetapi berlanjut pada kegiatan pembekalan keterampilan dan dukungan terhadap peningkatan kapasitas masyarakat.
Langkah ini sekaligus menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap persoalan pengangguran membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sebab, membuka kesempatan bagi masyarakat untuk belajar dan mengembangkan keterampilan merupakan salah satu langkah penting dalam mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja.
